WAKTU CELAKA HARI JUMAAT?

Banyak hadis-hadis yang menerangkan tentang keistimewaan hari Jumaat dan kelebihannya berbanding hari-hari lain. Banyak peristiwa-peristiwa penting yang berlaku pada hari tersebut, antaranya hari Nabi Adam dicipta, dimasukkan ke syurga, dikeluarkan dari syurga, berlakunya hari Kiamat (seperti yang diriwayatkan oleh Muslim), Allah mengampunkan dosa Nabi Adam, hari kewafatan Nabi Adam (al-Muwatta' Imam Malik) dan beberapa kejadian lain yang tidak disahkan kebenarannya.

Bagi menjawab persoalan di atas, tidak ada dalil atau bukti yang menunjukkan bahawa pada hari tersebut adanya waktu yang dinamakan saat nahas.

Bahkan, apa yang didatangkan oleh hadis-hadis sahih adalah sebaliknya iaitu pada hari Jumaat, ada satu saat di mana Allah akan memperkenankan setiap permohonan dan doa yang dibuat pada masa tersebut.

Saat yang dimaksudkan ini bukannya masa 60 minit mengikut kiraan biasa, tetapi ia merupakan satu tempoh masa yang kadarnya hanya diketahui oleh Allah s.w.t.

Bagaimanapun, pelbagai pendapat telah dibuat dalam menentukan tempoh masa tersebut berdasarkan kepada nas-nas yang ada sehingga mencapai kepada 11 pandangan berbeza sebagaimana yang diputuskan oleh Ibn Qayyim.

Namun, nas yang paling kuat dan paling sah ialah apa yang diriwayatkan oleh Muslim, yang mengatakan bahawa `saat perkenan' tersebut ialah waktu di antara khatib duduk di atas mimbar sehingga selesai solat Jumaat.

Mungkin hikmah di sebalik penetapan tempoh itu ialah sebagai peringatan tentang kewajipan mendengar khutbah yang dibacakan oleh khatib, yang mungkin terkandung di dalamnya doa-doa untuk kesejahteraan dan keamanan untuk umat Islam. Pendapat-pendapat lain tentang waktu berkenaan ialah selepas asar sehingga tenggelam matahari (Tarmizi), akhir waktu selepas asar (Abu Dawud dan Nasaei) dan selepas terbit fajar sehingga terbenamnya matahari pada hari tersebut.

Mudah-mudahan hikmah di sebalik tidak adanya penentuan secara tetap berhubung saat dan ketika tersebut ialah supaya kita menjadikan sepanjang hari kita dalam ketaatan kepada Allah dan berdoa kepada-Nya.

SUMBER : Syeikh Atiyya saqr

SaHaBat SeJAtI

Album : See You D IPT
Munsyid : Unic
http://liriknasyid.com


Ku biar kalam berbicara
Menghurai maksudnya di jiwa
Agar mudah ku mengerti
Segala yang terjadi
Sudah suratan Ilahi

Ku biarkan pena menulis
Meluahkan hasrat di hati
Moga terubat segala
Keresahan di jiwa
Tak pernah ku ingini

Aku telah pun sedaya
Tak melukai hatimu
Mungkin sudah suratan hidupku
Kasih yang lama terjalin
Berderai bagaikan kaca
Oh teman, maafkanlah diriku

C/O :
Oh Tuhan
Tunjukkan ku jalan
Untuk menempuhi dugaan ini
Teman, maafkan jika ku melukaimu
Moga ikatan ukhwah yang dibina
Ke akhirnya

Aku tidak kan berdaya
Menahan hibanya rasa
Kau pergi meninggalkan diriku
Redhalah apa terjadi
Usahlah kau kesali
Mungkin ada rahmat yang tersembunyi

Azab Bagi Wanita

(tlg ingatkan kpd semua kaum perempuan yg anda kenal)

Saudara dan saudari kaum muslimin dan muslimat
Renungan
khususnya untuk para wanita dan diriku sendiri.....

Sayidina Ali ra menceritakan suatu ketika melihat
Rasulullah saw menangis manakala ia datang bersama Fatimah.

Lalu keduanya bertanya mengapa Rasulullah saw menangis. Beliau menjawab,

"Pada malam aku di-isra'- kan , aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya.

Putri Rasulullah saw kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya. "Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih.

Aku lihat perempuan digantung lidahnya, tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya.

Aku lihat perempuan tergantung kedua kakinya dengan terikat tangannya sampai ke ubun-ubunnya, diulurkan ular dan kalajengking.

Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di bawahnya dinyalakan api neraka. Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri.

Aku lihat perempuan yang telinganya pekak dan matanya buta, dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka, otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk karena penyakit sopak dan kusta.

Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar,
beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya. Aku lihat perempuan yang
rupanya seperti anjing, sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malikat memukulnya dengan pentung dari api neraka,"kata Nabi saw.

Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan mengapa mereka
disiksa seperti itu?

*Rasulullah menjawab, "Wahai putriku, adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya.

*Perempuan yang digantung susunya adalah istri yang 'mengotori' tempat tidurnya.

*Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas.

*Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain.

*Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang yang kepada orang lain bersolek dan berhias supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya.

*Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas ubun-ubunnya diulurkan ular dan kalajengking padanya karena ia bisa shalat tapi tidak mengamalkannya dan tidak mau mandi junub.

*Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar ialah tukang umpat dan pendusta. Perempuan yang menyerupai anjing ialah perempuan yang suka memfitnah dan membenci suami."Mendengar itu, Sayidina Ali dan Fatimah Az-Zahra pun turut menangis.
Dan inilah peringatan kepada kaum perempuan.